teriakan malam kembali hadir di waktu yang sama seperti kemarin, seperti malam-malam sebelumnya
rasa itu pun menjadi tema malam ini untuk menjadi kawan sebuah perbincangan diantara kesunyian.
aku kembali, memulai segala yang menjadi sebuah keharusan sebuah rasa yang seharusnnya.
seperti biasa, wajah yang selalu menjadi keluhku kala gelap jatuh tepat diantara gelap dan dingin menjadi sebuah alasanku untuk sedikit menciptakan sebuah senyum kecil tuk menyambut kesunyian.
tak bersuara, tak bernada, bahkan bibir terbungkam.
teriakan malam bergejolak dalam jiwa yang tak sejalan dengan kenyataan.
entah, ini hanya sekedar dari permulaan.
menjadi awal yang baru untuk menyambut senyum mentari esok pagi.
Awan Saja
28/02/2015
Artikel Terkait
0 komentar:
Post a Comment